Rumah di Atas Awan


Rumah di Atas Awan

Apa kabarmu di hari pertama kita berpisah?
Pasti kamu akan baik-baik saja,
tidak sepertiku yang terus berurai air mata
Kamu akan mantap melangkah ke depan,
sementara aku semakin mundur ke belakang

Saat membuka mata di pagi ini,
aku berharap semalam hanyalah mimpi buruk
Saat aku melihat apa yang ada di hadapanku,
ternyata semua adalah benar adanya
Kisah kita benar-benar telah usai,
tak terukir lagi nama kita berdua

Apa kamu tahu say...
aku bingung apa yang akan aku lakukan hari ini
Semua hal mengingatkanku padamu
Semua aktifitas harianku selalu berkaitan denganmu
Tak ada yang luput dari nama dan sosokmu
Jadi katakan padaku, aku harus lakukan apa untuk bisa melupakanmu?

Aku terbiasa mendengar suaramu
Aku terbiasa bercerita padamu
Aku terbiasa diperhatikan dan dicintai olehmu
Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku
Sedangkan kini.... aku sendirian

Sudah aku putuskan, aku akan membangun rumah diatas awan!
Rumah mungil milik kita berdua
Dimana disana menunggu dua anak kecil yang menanti kita pulang,
yang pria mirip denganmu, sedang yang wanita mirip denganku

Tetapi say... tidak ada dirimu disana
Hanya ada bayangan serta kenanganmu
Dan aku kembali menitikkan air mata,
kenapa kemarin malam aku memilih jalan ini?

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku...
Hingga tanpa sebab berurai air mata
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku...
Bagai lapisan tipis air yang beku,
sentuhan lembut pasti hancurkan aku

Dan hari ini aku kembali menyusuri masa lalu
Aku membuka semua kenangan kita
Aku membaca semua email selama delapan tahun kita bersama
Aku membaca semua puisi yang pernah kutulis tentang kita
Aku memandang foto-fotomu yang kusimpan rapi
Aku mengingat semua obrolan kita, semua yang kita bagi
Aku meresapi semua lagu-lagumu
Aku menikmati kenangan saat kita menjadi satu tanpa batas dalam cinta,
saat aku memilikimu dan kamu memiliki aku
Aku masih mendengar suaramu, tawamu, candamu, dan desahanmu di telingaku
Aku...
tak akan pernah habis aku bercerita tentang kita

Hari ini, hari pertama dimana aku dilarang menyebut namamu
Hari pertama status kita yang baru
Hari pertama dimana HP ku tanpa ada namamu, sms mu, dan telp darimu
Hari pertama aku melepas namamu dari belakang namaku
Hari pertama dimana hanya ada diriku, tanpamu disampingku
Hari pertama dimana tak ada lagi lelakiku...

Aku tahu hidup terus berjalan, kita harus menerima semua ketetapan-Nya dengan ridho
Tapi aku tak bisa...
Aku tak bisa lanjutkan hidup
Aku takkan bisa move on
Aku terbiasa dan terdoktrin untuk hanya mencintaimu,
kamu imamku, suamiku, detak jantungku, ujung hatiku, separuh nyawaku
Akan tetap begitu

Lihatlah say...
Aku membangun rumah diatas awan
Rumah yang kita impikan selama ini
Rumah mungil yang penuh dengan cinta
Walau hanya ada aku didalamnya
Sendiri...

Entah, apakah aku akan bisa menulis lagi
Tangan ini semakin lumpuh, tanpamu...

Komentar